Xinhua Silk Road: Linyi Trade City di Tiongkok Bagian Timur Buka Pusat Pengadaan Internasional, Dorong Aktivitas Perdagangan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 16 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Linyi Trade City, pusat perdagangan komoditas di Provinsi Shandong, Tiongkok bagian timur, baru-baru ini membuka pusat pengadaan internasional yang memudahkan pembeli asing mencari berbagai kebutuhan dalam satu gedung.


Pusat tersebut kini menaungi 324 perusahaan. Masing-masing terhubung dengan lebih dari 10 produsen di sektor hulu dalam rantai pasok sehingga menawarkan beragam pilihan produk bagi pembeli dari luar negeri.

Berbagai produk lokal yang kompetitif, mulai dari bahan bangunan, mesin, perangkat keras, alat pelindung diri, perlengkapan rumah tangga hingga kebutuhan sehari-hari, dihimpun dan ditampilkan dalam satu lokasi dengan layanan dwibahasa.

Pada hari pembukaannya, tepatnya pada 28 September, pusat tersebut menarik lebih dari 100 pembeli asing. Staf penjualan di gerai sebuah perusahaan perdagangan bahan kimia lokal bahkan melayani beberapa rombongan pembeli dari luar negeri.

Untuk memudahkan transaksi antara pedagang lokal dan mitra asing, Linyi Trade City membentuk tim khusus yang menyediakan layanan perdagangan luar negeri. Langkah ini menjadi pembeda pusat tersebut dari pusat pengadaan sejenis.

Tim ini juga membantu pedagang memperoleh pesanan melalui platform e-commerce serta mengurus berbagai prosedur terkait, mulai dari deklarasi kepabeanan dan pemesanan kapal hingga penyelesaian kepabeanan di negara tujuan serta pengiriman ke gudang di luar negeri.

Dengan dukungan tim tersebut, staf penjualan yang menguasai bahasa asing di setiap gerai cukup berfokus melayani pembeli asing. Tahapan transaksi lainnya ditangani oleh tim layanan perdagangan luar negeri.

Sebagai pusat perdagangan komoditas regional yang menaungi berbagai pasar grosir khusus, Linyi Trade City optimistis dapat membantu pedagang setempat memasarkan lebih dari enam juta jenis produk lokal ke pasar global.

Jika sebelumnya harus menghabiskan enam hingga tujuh hari untuk berkeliling di pasar-pasar grosir Linyi Trade City, pembeli asing kini dapat menemukan dan membeli berbagai produk yang diminati dalam satu gedung.

Di lantai teratas, pusat tersebut juga menampung pelaku usaha konsolidasi barang berpengalaman yang memiliki jalur ekspor sendiri. Mereka dapat mencari barang sesuai kebutuhan pembeli asing, sementara importir dari luar negeri juga dapat memilih produk secara langsung.

Fasilitas lain yang tersedia mencakup kawasan industri e-commerce lintasnegara dan kawasan logistik internasional. Keberadaan fasilitas ini memangkas biaya transportasi lintasnegara untuk produk terkait sekitar 20%, serta mendukung terbentuknya ekosistem perdagangan luar negeri yang kompetitif. Ekosistem tersebut mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemilihan produk, pameran, transaksi, logistik hingga pembayaran.

Selain fasilitas perdagangan dan logistik, pusat pengadaan internasional Linyi Trade City menyediakan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli asing, termasuk hotel internasional, makanan halal, dan dukungan multibahasa. Dengan layanan profesional dan ramah tersebut, pusat ini menyambut pelaku perdagangan dari seluruh dunia.

Tautan artikel: https://en.imsilkroad.com/p/352547.html

Berita Terkait

Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India
Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026
Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?
EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026
Indeks elektrifikasi baru menunjukkan Tiongkok memimpin, sementara AS berisiko kehilangan momentum dan pelaksanaan elektrifikasi di Eropa tertinggal dari kebijakannya

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:20 WIB

EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi

Berita Terbaru